Home / Seputar Sulut / Turn Back Hoax Dengan Pelatihan Jurnalistik
Cahya Sumirat, Redpel Sindo Manado berfoto bersama jajaran pengurus DPW LDII Sulut
Cahya Sumirat, Redpel Sindo Manado berfoto bersama jajaran pengurus DPW LDII Sulut

Turn Back Hoax Dengan Pelatihan Jurnalistik

Kencangnya arus informasi yang berlalu lalang di dunia maya membuat sulit untuk mempercayai suatu informasi. Arus yang tidak mungkin dibendung ini menuntut tiap pengguna internet lebih jeli dalam menilai kebenaran berita agar tidak menjadi korban informasi palsu atau hoax. Padahal menyebarkan berita bohong sudah menyalahi etika jurnalistik. Inilah yang mengilhami DPW LDII Sulut mengadakan Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Mengembangkan Profesionalisme Dakwah melalui Media”.

Pelatihan jurnalistik digelar di Masjid Baitul Ulya Manado dan dihadiri oleh 30 orang perwakilan dari DPD LDII se Sulawesi Utara, antara lain Sangihe, Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Kotamobagu.

Potensi pengguna internet Indonesia yang besar membuat informasi semakin mudah dibuat viral. Media massa turut menjadi bagian penting dalam penyebaran informasi ini. Oleh karena itu Redaktur Pelaksana Sindo Manado, Cahya Sumirat memberikan apresiasi terhadap pelatihan ini. Sumirat memberikan materi tentang Etika Jurnalisme dan Peran Media.

Sumirat berbagi pengalaman kepada peserta pelatihan
Sumirat berbagi pengalaman kepada peserta pelatihan

 

Menurut Sumirat, semua orang bisa menulis dan membuat media, namun tanpa etika, berita yang disampaikan justru dapat membuat kekacauan.

“Kita hidup bermasyarakat dan agar tidak ada hak yang dilanggar, yang paling mendasar adalah tidak memberitakan berita bohong. Jurnalistik harus berdasarkan fakta agar tidak menzalimi orang lain.” Ujar Sumirat.

Maka wartawan tidak boleh bekerja dengan asumsi dan asumsi tidak boleh dijadikan dasar jika tidak mengalami kejadian dengan mata kepala sendiri. Jurnalis bekerja dengan fakta dan tidak bekerja dengan asumsi. Seorang jurnalis tidak menyampaikan sebuah kabar yang ia sendiri tidak yakin akan kebenarannya.

Ketua DPW LDII Sulut, Ramli H. Ali menambahkan bahwa jurnalistik bukanlah hal baru dalam Islam. “Contohnya saat Nabi Sulaiman AS menyurat kepada Ratu Bilqis. Pembukaan surat itu dengan kalimat bismillahirrohmanirrohim”, ujarnya. Ramli berharap nantinya peserta dapat menginformasikan berbagai kontribusi maupun  kegiatan positif LDII kepada warga Sulawesi Utara.

Selain Materi Kode Etik  jurnalisme dan Peran Media, peserta pun memperoleh materi  penulisan Kalimat yang Efektif, Pembuatan Press Release, serta Internet Sehat oleh Nurul Qomariah,  Ridwan D. Kristanto dan Nur Fadli Utomo.

Check Also

Atraksi Pendekar Persinas ASAD di Saat Acara TOT Kategori Ganda

Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD Gelar MUSPROV

Pengurus Provinsi Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Sulawesi Utara menggelar Musyawarah Provinsi dan dilanjutkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *