Home / Nasional / Presiden RI: Ibu adalah Sekolah Pertama dan Utama bagi Anak
Presiden RI Joko Widodo hadiri Harlah ke-70 Muslimat NU, di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (26/3/2016).
Presiden RI Joko Widodo hadiri Harlah ke-70 Muslimat NU, di Stadion Gajayana Kota Malang, Sabtu (26/3/2016).

Presiden RI: Ibu adalah Sekolah Pertama dan Utama bagi Anak

Memuliakan wanita sama halnya dengan memuliakan kehidupan dan generasi selanjutnya. Sebab wanita sebagai ibu menjadi kunci berdiri tegaknya suatu generasi yang berakhlak. Maka tepatlah jika ibu disebut sebagai sekolah pertama dan utama bagi anak, sekaligus menjadi pondasi paling mendasar sebagai tiang negara, yakni keluarga.

Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya di Harlah ke-70 Muslimat NU, di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (26/3/2016). Sebelumnya, Presiden sempat diperkirakan batal mengikuti acara tersebut.

“Saya ingatkan, Ibu adalah guru pertama dan utama dalam mendidik anak-anak penerus bangsa. Terutama mencegah agar tidak sampai terjebak narkoba dan pergaulan bebas. Jadi saya salut dan memberikan apresiasi dengan reaksi cepat Muslimat NU,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sedang dalam darurat narkoba karena 30-50 anak-anak menjadi korban meninggal setiap harinya. “Karena itu, peran serta ibu-ibu Muslimat NU sangat penting mencegah berkembangnya pengedaran narkoba. Dimulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.

Jokowi mengakui, selama 70 tahun berdiri Muslimat NU sudah memainkan peran yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Mulai dari aspek sosial, pendidikan, kesehatan hingga anti-radikalisme, bahkan sudah menyatu dengan nadi masyarakat Indonesia.

Dari kiri: Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketum MUI KH. Ma’ruf Amin.
Dari kiri: Ketua DPW LDII Jawa Timur Amien Adhy, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketum MUI KH. Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengingatkan ketatnya persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kompetisi perdagangan sudah mencapai lingkup antar Negara, antar benua. “Untuk memenangkan persaingan itu, dibutuhkan kesiapan SDM dan rasa optimisme serta gotong royong,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Ketum MUI KH. Ma’ruf Amin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yembise, Sekjen PBNU Helmy Faishal, Menteri Sosial sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta berbagai tamu ormas salah satunya Amien Adhy, Ketua DPW LDII Jawa Timur yang hadir mewakili Ketum DPP LDII.

Sumber: www.ldiijatim.com

Check Also

Halaqoh Kubro Tahfidzil Qur’an ke-3 di JIC

Ribuan Penghafal Quran Untuk Generasi Emas Indonesia

Untuk mewujudkan umat Islam yang profesional religius, dalam 5 tahun terakhir LDII menggalakkan program tahfidz …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *